Selasa, 14 Oktober 2008

Bila Waktu Telah Berakhir

By. Opick

Bagaimana kau merasa bangga
Akan dunia yang sementara
Bagaimanakah bila semua hilang dan pergi
Meninggalkan diri

Bagaimanakah bila saatnya
Waktu terhenti tak kau sadari
Masikah ada jalan bagimu untuk kembali
Mengulangkan masa lalu

Dunia dipenuhi dengan hiasan
Semua dan segala yang ada akan
Kembali padaNya

Bila waktu tlah memanggil
Teman sejati hanyalah amal
Bila waktu telah terhenti
Teman sejati tingallah sepi

Senin, 13 Oktober 2008

kadang kita lupa

Innalillahi. Pagi ini aku mengunjungi guru semasa smp dan masih tetangga yang meninggal tadi malam. Cerita dari anak-anak beliau, memang sebelumnya sakit. Tetangga bilang hari jum'at masih pergi bersama. Namun yang pasti sudah waktunya beliau berpulang.

Apa yang kudapat hari ini?
Seringkali, kita merasa usia kita masih panjang. Apalagi kita yang masih muda. Menganggap kita bakal mati kalo sudah tua. Padahal, mati tidak mengenal usia dan tempat. Dua tahun kemarin beberapa teman sudah 'pulang' duluan.

Kadang, kita sering terlena dengan rencana jangka panjang dan menyepelekan kewajiban karena merasa berusia panjang.
Kadang, kita malas untuk berbuat baik karena merasa masih ada hari esok.
Kadang, kita merasa yakin membuat rencana padahal esok belum pasti.
Kadang, kita menyepelekan kesalahan padahal belum tentu diampuni.


Ya, itulah kita. Selalu merasa tenang-tenang saja menghadapi hidup padahal kematian begitu dekat dengan kita.
Itulah kita yang merasa hebat dengan apa yang dimiliki, padahal semuanya tak ada guna jika Allah tak Meridhoi.
Namun, kadang kita lalai menyiapkan dunia, padahal, Rasul berpesan agar kita menyiapkan dunia seakan-akan kita akan hidup lama, namun jangan lupa menyiapkan bekal akhirat seakan-akan kita mati besok.

Melihat guru saya tersebut ditangisi oleh keluarga, dikafani, diangkut menggunakan keranda, dan digiring orang-orang terdekat, hati menjadi sedih. Mengingat apa yang akan kualami sendiri. suatu saat nanti, saat tiba waktuku.

Melihat orang-orang mengenang akan kebaikan beliau, begitu juga aku yang selalu melihatnya berjamaah shalat shubuh di masjid dan pergi bersama suaminya. Membuatku haru.

Tahukah apa yang kupikirkan?
Aku hanya berpikir, ketika aku mati, apa yang akan orang kenang tentang diriku?apa yang bisa jadi manfaat diriku?

Apakah mereka sedih, senang atau bahkan bersyukur akan kematianku?
Apakah mamah sedih karena kehilangan aku, atau sedih karena banyak keburukanku?
Apakah keluarga sedih karena tak bisa bercengkrama lagi denganku, atau sedih karena aku belum berbuat baik?
Apakah sahabat dan teman-teman sedih karena merindukanku, atau mereka sedih karena aku masing berhutang pada mereka?
Apakah malaikat akan menyapa dan menerimaku dengan ramah?
Dan terpenting adalah, apakah Allah senang dan ridho saat aku kembali pada Nya?

Kadang kita lupa, umur kita tidak pernah ada yang tahu ujungnya, untuk itu harus bersegera tobat dan menggantinya dengan amalan yang disukai Allah.
Kadang kita lupa, merasa sudah beramal banyak, padahal tak ada satu pun yang ikhlas, maka Allah membencinya. Untuk itu, belajarlah untuk ikhlas.
Kadang kita lupa, merasa banyak dosa hingga melupakan bahwa Allah akan mengampuni. Untuk itu, bersegeralah pada Ampunan Nya.

Aku sadar, bahwa guruku tersebut bukan pergi tetapi pulang kembali. Pulang ke SANG PEMILIK hingga tiba hari perhitungan dimana beliau akan tinggal.

Ya Allah, ampunilah segala dosanya, terimalah semua amalnya, dan mendapat tempat terbaik di sisi-MU. Amin.



Hati yang terlupa pagi ini.

Minggu, 12 Oktober 2008

Bahaya Maksiat

Materi halaqah
Rabu, 12 November 2008
Dibawakan oleh Bu Mia

Kita harus tahu bahwa maksiat, baik besar maupun kecil akan membawa kerugian bagi diri.
Akibat maksiat :
1. Maksiat akan menghalangi ilmu.
Ilmu adalah cahaya yang menerangi hati, sedangkan maksiat ialah yang akan memadamkannya.
Bukan hanya ilmu dunia, tetapi juga ilmu akhirat. Pernah Imam Syafi'i hilang hafalan Al-Qur'annya karena melihat betis seorang wanita.
Yang harus dijaga antara lain :
- mata (pandangan) dari segala hal yang dilarang. Surat An-Nuur ayat 31-32.
Akan berbeda orang yang terbiasa melihat hal-hal haram, dia akan merasa biasa dan tidak gelisah. Sedangkan orang yang hatinya senantiasa dijaga dan terbiasa bersih, maka jika melihat sesuatu yang tidak pantas dilihat/haram, maka hatinya akan langsung merespon kurang nyaman dan merasa gelisah. Karenanya, harus hati-hati dalam menggunakan nikmatmata yang Allah berikan agar tidak dicabut nikmat ini. Pernah, Imam Sayfi'i kehilangan hafalan Al-Qur'annya karena melihat sebagian kaki/betis seorang wanita. Tak heran jika seseorang susah menghafal Al-Qur'an karena banyak maksiat dalam dirinya.
- mulut, hindari ghibah, minimal tidak merespon ketika seseorang berghibah, jika tidak langsung tinggalkan saja orang yang berghibah tersebut. Terutama seorang perempuan, karena syahwat lisannya lebih besar.
- pendengaran
- hati, harus sangat dijaga karena yang mengomando seluruh gerakan anggota badan berasal dari hati.
Untuk itu, agar kita menjadi orang yang berilmu, jauhi maksiat.
2. Maksiat akan menghalangi rezeki.
Ada hadits yang berbunyi "Sesungguhnya, seorang hamba terhalang dari rezeki, karena dosa yang diperbuatnya".
3. Membuat jarak antara hatinya dengan Allah.
Hati manusia pada dasarnya fitrah atau suci. Maka, jika seseorang yang melakukan dosa hatinya akan merasa malu, dan merasa jauh dengan Allah.
4. Membuat jarak dirinya dengan orang lain, terutama orang-orang shaleh.
5. Membuat segala urusan menjadi rumit.
Jika hati sedang bersih, maka akan terasa jalan begitu lapang. Namun, jika hati terdapat dosa, maka jalan terasa sempit.
6. Melemahkan hati dan badan.
Akan membuat kita makin sulit berbuat kebaikan.

Bagi sebagian orang, maksiat diartikan seperti perbuatan berzina, mencuri, minum minuman atau makanan haram. Namun, sebenarnya secara halus maksiat juga termasuk salah satunya ialah jika sehari kita meninggalkan membaca ayat suci Al-qur'an, maka hal itu pun termasuk maksiat.
7. Akan memendekkan umur dan menghilangkan barokahnya.
bukan berarti umur dalam jumlah, namun dari barokah umur tersebut. Digunakan untuk apa setiap detik kehidupannya, kebaikankah atau maksiat?

Bersambung...Insya Allah minggu depan dilanjutkan.

Selasa, 07 Oktober 2008

Sepotong Obat Bernama Maaf

Sepotong Obat Bernama Maaf

Tahukah Anda bahwa memaafkan merupakan obat gratis yang ampuh untuk beberapa jenis penyakit. Tidak perlu lelah-lelah ke apotek tuk menebus resep dokter. Cuma dengan kelapangan dada dari lubuk hati yang terdalam,aneka penyakit bisa terkikis. Baik penyakit psikis maupun fisik.

Memaafkan itu bisa mengurangi stres. Ketika mengalami tegang,Anda bisa merasakan ketegangan otot-otot,kenaikan tekanan darah,keringat mengucur lebih deras. Kondisi seperti itulah yang memicu sejumlah penyakit. Maka jadilah pemaaf daripada terserang sejumlah penyakit dalam. Soal itu lebih jelasnya Harvard Women's Health Watch edisi Januari memaparkan bahwa:


Jantung Anda langsung merasakan manfaatnya ketika Anda bisa memaafkan seseorang. Studi menunjukkan ada hubungan antara tindakan memafkan dan perbaikan denyut jantung tekanan darah.

Memperkuat hubungan dengan seseorang. Studi mengungkapkan bahwa wanita yang bisa memaafkan pasangannya sekaligus berbaik hati,mereka bisa menyelesaikan masalah lebih efektif.

Mengurangi rasa sakit. Orang yang menderita nyeri punggung yang kronis akan menemukan kadar sakit yang lebih rendah dan kegelisahannya berkurang ketika mereka mempraktekkan meditasi dengan cara mengalihkan kemarahan pada rasa iba. Begitu menurut sebuah studi.

Lebih bahagia. Dengan memaafkan orang lain,Anda membuat diri sendiri (bukan orang yang melukai perasaan Anda seperti kebanyakan orang pikir) bertanggung jawab atas rasa bahagia Anda. Orang yang bicara tentang memaafkan selama melakukan psikoterapi,mentalnya mengalami kemajuan besar dibandingkan dengan orang yang tidak mendiskusikan soal maaf. Ini nenurut sebuat survei

( Lagi-lagi diambil dari artikel di internet yang dikasih temen)

Saya Bersamamu, sayang!

Seorang anak lahir setelah 11 tahun pernikahan.
Mereka adalah pasangan yg saling mencintai dan anak itu adalah buah hati
mereka. Saat anak tersebut berumur dua tahun, suatu pagi si ayah melihat
sebotol obat yang terbuka. Dia terlambat untuk ke kantor maka dia meminta
istrinya untuk menutupnya dan menyimpannya di lemari. Istrinya, karena
kesibukannya di dapur sama sekali melupakan hal tersebut.

Anak itu melihat botol itu dan dengan riang memainkannya. Karena tertarik
dengan warna obat tersebut lalu si anak memakannya semua. Obat tersebut
adalah obat yg keras yg bahkan untuk orang dewasa pun hanya dalam dosis
kecil saja. Sang istri segera membawa si anak ke rumah sakit. Tapi si anak
tidak tertolong. sang istri ngeri membayangkan bagaimana dia harus
menghadapi suaminya.

Ketika si suami datang ke rumah sakit dan melihat
anaknya yang telah meninggal, dia melihat kepada istrinya dan mengucapkan 3
kata.

PERTANYAAN :
1. Apa 3 kata itu ?
2. Apa makna cerita ini ?

JAWABAN :

Sang Suami hanya mengatakan "SAYA BERSAMAMU SAYANG"

Reaksi sang suami yang sangat tidak disangka-sangka adalah sikap yang
proaktif. Si anak sudah meninggal, tidak bisa dihidupkan kembali. Tidak ada
gunanya mencari-cari kesalahan pada sang istri. lagipula seandainya dia
menyempatkan untuk menutup dan menyimpan botol tersebut maka hal ini tidak
akan terjadi.

Tidak ada yang perlu disalahkan. Si istri juga kehilangan anak semata
wayangnya. Apa yang si istri perlu saat ini adalah penghiburan dari sang suami
dan itulah yang diberikan suaminya sekarang.

Jika semua orang dapat melihat hidup dengan cara pandang seperti ini maka
akan terdapat jauh lebih
sedikit permasalahan di dunia ini.

"Perjalanan ribuan mil dimulai dengan satu langkah kecil"

Buang rasa iri hati, cemburu, dendam, egois dan ketakutanmu. Kamu akan
menemukan bahwa sesungguhnya banyak hal tidak sesulit yang kau bayangkan.

MORAL CERITA

Cerita ini layak untuk dibaca. Kadang kita membuang waktu hanya untuk
mencari kesalahan org lain atau siapa yg salah dalam sebuah hubungan atau
dalam pekerjaan atau dengan orang yang kita kenal. hal ini akan membuat kita
kehilangan kehangatan dalam hubungan antar manusia.

Buang rasa iri hati, cemburu, dendam, egois dan ketakutanmu. Kamu akan
menemukan bahwa sesungguhnya banyak hal tidak sesulit yang kau bayangkan.

TENTANG KITA
Musuh utama manusia adalah dirinya sendiri
Kegagalan terutama manusia adalah kesombongan
Kebodohan terutama manusia adalah sifat menipu
Kesedihan terutama manusia adalah iri hati
Kesalahan terutama manusia adalah mencampakkan dirinya dan orang lain
Sifat manusia yang terkasih adalah rendah hati
Sifat manusia yang paling diuji adalah semangat dan keuletannya
Kehancuran terbesar manusia adalah rasa keputusasaan
Harta terutama manusia adalah kesehatan
Hutang terbesar manusia adalah hutang budi
Hadiah terutama manusia adalah sifat lapang dada dan mau memaafkan
Kekurangan terbesar manusia adalah sifat berkeluh kesah dan tidak memiliki kebijaksanaan
Ketenteraman dan kedamaian terutama manusia adalah suka berdana dan beramal
"Segala pekerjaan mudah untuk dilakukan kecuali satu hal ...... memahami orang lain dan menerima keberadaannya tanpa mempersoalkan "kekurangannya" "Sebagaimana diri kita, demikian pula makhluk lain, sebagaimana makhluk lain, demikian pula iri kita. Dengan memikirkan
mereka, dengan membandingkan mereka, tidak seharusnya kita saling berselisih, bertengkar dan membunuh atau menyebabkan hal itu."
"Kulihat saudaraku dengan mikroskop kritik dan kubilang sungguh jahat saudaraku itu,kulihat lagi ia dengan teleskop hina dan kubilang alangkah kecilnya ia,kemudian kupandang ia dengan cermin kebenaran, alangkah miripnya ia dengan aku".
(Diambil dari artikel di internet yang dikasih sama temen. Penulisnya ga tau siapa)

Senin, 06 Oktober 2008

Seorang Bijak Berkata

Seorang bijak berkata: “Sebaik-baik pemuda adalah yang bersikap sebagai orang tua; bisa memejamkan matanya dari kejahatan; berat langkahnya menuju kebathilan; khusyu’ dan betah begadang semalaman demi beribadah kepadaNya. Sungguh Allah melihat mereka condong kepada juz-juz Al-Qur’an. Setiap kali salah seorang dari mereka membaca ayat tentang surga, mereka menangis karena rindu kepadanya, ketika membaca ayat tentang neraka, mereka benar-benar histeris seakan bencana neraka Jahannam itu ada diantara kedua telinga mereka”.

Saat Cinta Menggoda

Pagi itu, lagi beresin barang lama. Barang dan catatan waktu masih sma dan awal-awal kuliah. Ngga sengaja, buka kertas-kertas yang isinya surat- surat dari seseorang. Waktu baca surat itu jadi kebayang dulu. Masih ABG, cinta monyet. Lucu juga kalo diinget...

Besoknya, denger tausyiah dari Aa Gym. Sepertinya Allah memberi saya peringatan. Aa Gym bilang bahwa"jika kita sedang mengingat masa lalu, misalnya, yang pernah 'menjalin hubungan 'dengan seseorang dan menganggap indah hal itu, Allah ternyata sedang murka pada kita. Ya, terkadang kita suka merasa terbayang indahnya saat kita sedang suka pada lawan jenis. Yang mengalami hal itu menganggap itu adalah kenangan yang indah. Padahal tahukah saat itu Allah sedang murka?kalau begitu, kenapa kita masih mengingat kenangan itu jika ternyata Allah tidak senang?".

Alhamdulillah, Tausyiah Aa Gym menyadarkan saya agar tidak terlena dengan kenangan seperti itu. Terkadang saya ingin mengulangi semua, dan tidak ingin pernah "menjalin hubungan" dengan lawan jenis dan memberikan rasa 'suka' atau sayang kecuali untuk suami saya.

Tapi, masa lalu tidak pernah bisa kembali. Apa yang saya alami dulu, cukup sampai di situ. Kini, saya hanya ingin mencintai seseorang yang sudah jelas kehalalannya. Dulu memang bangga, pernah merasakan hal itu, tapi kini, kenapa jadi malu y?

Tapi, fitrah setiap orang untuk merasakan sesuatu terhadap lawan jenis. Allah tidak melarang, hanya saja harus ditempatkan pada tempatnya. Terus, jika kita sedang suka pada seseorang tapi belum bisa menunjukkan dan mengekspresikannya bagaimana?

Kemarin, saya membuka artikel-artikel di komputer. Ternyata, pernah ada seseorang yang memberi saya artikel, isinya seperti ini :

Gunakanlah setiap kesempatanmu hari ini. Anda tidak boleh bergantung pada hari esok. Perhatikanlah hari ini!

"Seorang hamba do'anya akan senantiasa dikabulkan selama tidak berdo'a untuk perbuatan dosa, atau memutuskan silaturahim, serta selama tidak tergesa-gesa." Beliau ditanya, Wahai Rasulullah, apa yang dimaksud dengan tergesa-gesa?" Rasulullah menjawab, "Aku telah berdo'a, aku telah berdo'a, tetapi aku belum melihat do'aku dikabulkan. Lantas ia merasa kecewa dengan hal itu, sehingga ia pun tidak mau lagi berdo'a". (HR Muslim)

Hanya dengan berpikir positif tentang diri kita dan kejadian-kejadian yang terjadi dalam hidup kita, kita dapat menjadi periang dan sehat.

lantas apa dong pelajaran yang bisa kita ambil, saat cinta itu menggoda kita? Pelajarannya adalah:

1. Setiap orang memiliki rasa tertarik dengan lawan jenisnya, perasaan ini manusiawi, fitrah sekaligus anugerah.
2. Namun, gejolak itu harus diatur lho, kalau gak maka kita akan terperosok ke jurang kenistaan, karena diperbudak gejolak jiwanya. Lantas jadi merana deh, angan-angan melulu. Innan nafsa la ammaaratun bis-suu, sesungguhnya nafsu itu selalu mengajak kepada kejahatan kecuali nafsu-nafsu yang diberi rahmat oleh Allah [QS Yusuf:53].
3. Kalau kita jatuh cinta pada lawan jenis, dan mengharapkan terbalaskan cintanya, maka saat itu ada sebagian dari akal dan logika yang hilang. Sekian banyak pertimbangan akal sehat yang dipunyai jadi ngadat, gak jalan! Gak percaya? Coba deh, ntar kalau kamu tambah dewasa, udah nikah, mungkin mikir, "Kok, dulu begitu ya?", "Kok, dulu gak mikir ya?", dan "kok-kok" yang lain.
4. Dulu waktu ngejar-ngejar, wah...dimana-mana hanya terpampang wajah dia seorang, kekasih hati. Tidur gak nyenyak, makan pun terasa gak enak, bukan karena banyak nyamuk atau lauknya gak enak, dunia ini pun hanya untuk berdua, yang lain ngontrak, ck...ck...ck... Kalau gak ketemu, rasanya gimana gichuu. Dikejar setengah mati deh, pokoke mesti dapet! Tapi begitu udah dapat, lalu masuk dunia rumah tangga, gejolak itu bisa berganti dengan rutinitas dan bisa bosan. Itulah sifat manusia, karena itu bila mencintai seseorang, cintailah sewajarnya, siapa tahu ntar kamu benci padanya. Begitu juga sebaliknya, kalau benci, bencinya yang wajar aja deh, siapa tahu ntar malah jatuh cinta :)
5. Ingat lho, gak semua yang kita inginkan itu harus terpenuhi, kalau gak mau dibilang egois. Tidak semua cita-cita itu harus terkabul, dan tidak pula semua gejolak harus dituruti. Di dunia ini ada banyak pilihan, kalau gak dapat yang satu, pilihan lain masih banyak kan? Siapa tahu malah lebih baik. Makanya buka mata lebar-lebar, masa' sih cuma ada dia aja di dunia ini, emang yang lain kemana bo!
6. Tidak semua yang kita anggap baik itu baik, dan tidak semua yang dianggap indah itu indah. Segala sesuatu itu pasti ada cacat dan cela-nya. Saat jatuh cinta sih, wuah...indah buanget, tiada cacat dan cela. Padahal bisa aja kan, cacat dan cela itu jauh lebih banyak dari baik dan indahnya.
7. Akhirnya, kalau kamu udah sampai pada puncak cinta, yaitu pernikahan, ingat deh kalo puncak masalah pernikahan itu bukanlah pada siapa yang akan jadi pasangan kita, tapi gimana agar kita bisa survive di dalamnya, siapapun pasangan kita.

Semoga membantu akhi wa ukhti, jangan lupakan Allah SWT kalau antum jatuh cinta ya. Jatuh cinta-lah karena Allah SWT, karena kasih sayangnya akan meluruh ke jiwa.

(Ga tau tulisan siapa...)


Ya, artikel tadi mengingatkan saya untuk dapat lebih menjaga hati. Karena setan akan terus menggoda. Saya tidak ingin mengulangi kesalahan yang sama. Saya tidak ingin meninggalkan dunia pada saat saya mencintai yang bukan pada tempatnya.

Masa lalu telah berlalu. Yang ada, selalu mau memperbaiki agar lebih baik lagi.
Yang lalu, kan ku biarkan berlalu. Karena kan ku jelang hari yang baru.

Ya Allah, lindungilah hati kami, yang sedang tergoda, agar istiqomah menjaga cinta yang seharusnya. Amin.