Selasa, 10 Februari 2009

Perut dan di bawah perut

Perut dan dibawah Perut
Muhammad Arifin Ilham


Assalamu'alaikum Wr Wb

Bukankah
makan minum dan hubungan seks suami isteri itu halal? lalu mengapa saat
berpuasa kita harus mengendalikannya. Secuil rahasia terbaca
diantaranya :

Pertama : Halal saja orang mukmin itu mampu mengendalikannya apalagi
yang haram. Alangkah pakemnya rem iman orang mukmin itu dan ini modal
besar menghadapi kehidupan serba serbi maksiat, “ jangankan yang halal
yang harampun susah”.

Kedua : Justru halal harus dikendalikan kalau tidak terkendali
maka mubazir – isroof, dan itu sifat-sikap Syaitan yang dibenci oleh
Allah.( 17 : 27) Ditengah masyarakat yang konsumtif, “ To have
more to use more”, Islam mengajarkan, “ What i need not i want”,
itulah kesederhanaan.

Ketiga:
Disinilah keagungan ajaran Allah, dengan menahan makan minum terasa
lezatnya makan minum, betapa banyak orang yang sakit tidak bisa makan
minum atau orang yang memang susah tidak bisa makan minum karena
miskin. Allah ingin mendidik kita menjadi hambaNya yang pandai
bersyukur, apalagi Allah mengajarkan pengendalian seks kecuali kepada
yang dihalalkan. Pemuda –pemudi yang mampu menahan syahwatnya dan
berhasil tidak menjamah yang bukan mahramnya bukan saja membuat
dahsyatnya dan sakralnya sebuah pernikahan tetapi bahkan meraih
kepuasan spiritual dan kelezatan biologis walaupun ini sangat langka.
Ternyata puasa itu sehat, halal itu nikmat, isteri kita itupun menjadi
bidadari, SubhanAllah.

Keempat:
Makan minum adalah perut dan seks adalah dibawah perut, yang sekarang
menjadi “ agama baru” yaitu materialisme dan hedonisme dan inilah yang
merusak tatanan desa dunia ini dan negeri inipun ambruk karena korupsi
dan seks, broken home, hatta juru dakwahpun tanpa malu menyebut tarif
ngamennya. Rasulpun ditanya tentang apa yang paling banyak menyebabkan
manusia masuk Syurga dan ke Neraka? Jawaban beliau ringkas :”mulut dan
kemaluan” -al fammu wal farju, siapa yang mampu menjaga mulut dan
kemaluannya Syurgalah baginya, kalau tidak Nerakalah untuknya.. Maaf,
jangan alergi bicara Syurga Neraka karena pada akhirnya satu diantara
dua itulah tempat kembali kita.

Kelima : Allah tidak berhajat sedikitpun pada makhlukNya Almustagna
‘an ‘ibaadihi maka segala perintah dan larangan Allah untuk
kemaslahatan makhlukNya. Allah tidak makan tidak minum, malah Allah
memberi makan minum, ( 6 – 14 ) dan Allah tidak memiliki pasangan, ( 6
: 101 ) karena itulah Allah mengajarkan kita untuk berakhlak
sebagaimana akhlaknya Allah, Takhallaqu biakhlaaqilllah demikian pinta
Allah dalam hadits Qutsi. Cinta, kasih sayang, menolong, senang
memberi, berjuang bahkan berkorban dan ini pula sifat
Malaikat-malaikat Allah yang didesaign oleh Allah tanpa nafsu, tidak
heran makhluk yang mulia itu terkagum-kagum kepada orang mukmin yang
berpuasa,” punya nafsu kok bisa tahan”.

Keenam : Terjadilah rivitalisasi rohani, pengimanan nafsu,
nafsu-jasmani yang liar ditundukkan oleh iman-rohani, lahirlah akhlak
yang mulia, ikhlas, sabar, syukur, rendah hati, jujur dan sebagainya.
Ketujuh : Kalau target hidup ini hanya makan-minum dan seks
itu adalah target hewan. “Dan Kami hendak memuliakan manusia pada
derajat yang mulia (dengan Alqur’an dan Sunnah) tetapi dia lebih
mencintai dunia dan memperturutkan hawa nafsunya maka perumpamaan
mereka bagaikan anjing… ( 7 : 176 ). Satelit intelijen Amerika belajar
kepada burung hud-hud Nabi Sulaiman, para hewan mengajarkan sains dan
tehnologi kepada manusia tetapi juga sifat-sifat hewan yang harus
menjadi pelajaran.

Kedelapan : Karena itulah Allah melarang puasa wishol, puasa tanpa putus,
misalnya tanpa buka seminggu atau puasa setiap hari. Dari pengalaman
puasa selama Ramadhan sangat efektif mencetak pribadi yang terbiasa
taat. Toh juga tidak selamanya berpuasa, bukankah ada saatnya berbuka?,
bukankah ada saatnya Idul Fitri, bukankah ada saatnya kita menghadap
Allah, bukankah suasana itu sangat membahagiakan? . Kalau begitu, apa
susahnya taat dan sabar sebentar di dunia yang sebentar ini, jangan
karena enak sesaat kita menderita berkepanjangan, justru olahlah hidup
yang sesaat ini untuk berarti hidup panjang hari tanpa akhir,
SubhanAllah terima kasih ya Allah Kau ajarkan kami berpuasa agar kami
bahagia. Selamat menikmati puasa saudaraku.

Wassalamu'alaikum Wr Wb
(Tahajud Call Digest 91)

Jangan Engkau Lemah Wahai Saudaraku...

Dari buku Menuntut Ilmu Jalan Menuju Surga “Panduan Menuntut Ilmu”, Penerbit Pustaka At-Taqwa, kami petikkan sebuah nasehat yang indah…untukmu wahai muslim yang rindu akan ilmu. Dan untuk temanku yang kini mulai malas dan enggan duduk di majelis ilmu karena tersibukkan dengan urusannya…

Wahai saudaraku…


Saudaraku sadarlah… seorang penuntut ilmu tidak boleh futur dalam usahanya untuk memperoleh dan mengamalkan ilmu. Futur yaitu rasa malas, enggan, dan lamban dimana sebelumnya ia rajin, bersungguh-sungguh, dan penuh semangat.

Futur adalah satu penyakit yang sering menyerang sebagian ahli ibadah, para da’i, dan penuntut ilmu. Sehingga seseorang menjadi lemah dan malas, bahkan terkadang berhenti sama sekali dari melakukan aktivitas kebaikan.

Tahukah engkau saudaraku…bahwa orang yang terkena penyakit futur ini berada pada tiga golongan, yaitu:

1). Golongan yang berhenti sama sekali dari aktivitasnya dengan sebab futur, dan golongan ini banyak sekali.

2). Golongan yang terus dalam kemalasan dan patah semangat, namun tidak sampai berhenti sama sekali dari aktivitasnya, dan golongan ini lebih banyak lagi.

3). Golongan yang kembali pada keadaan semula, dan golongan ini sangat sedikit.

Futur memiliki banyak dan bermacam-macam sebab. Apabila seorang muslim selamat dari sebagiannya, maka sedikit sekali kemungkinan selamat dari yang lainnya. Sebab-sebab ini sebagiannya ada yang bersifat umum dan ada yang bersifat khusus.

Ketahuilah wahai saudaraku…di antara sebab-sebab itu adalah.

1). Hilangnya keikhlasan.


2). Lemahnya ilmu syar’i.


3). Ketergantungan hati kepada dunia dan melupakan akhirat.


4). Fitnah (cobaan) berupa isteri dan anak.


5). Hidup di tengah masyarakat yang rusak.


6). Berteman dengan orang-orang yang memiliki keinginan yang lemah dan cita-cita duniawi.


7). Melakukan dosa dan maksiyat serta memakan yang haram.


8). Tidak mempunyai tujuan yang jelas (baik dalam menuntut ilmu maupun berdakwah).


9). Lemahnya iman.


10). Menyendiri (tidak mau berjama’ah).


11). Lemahnya pendidikan. [al-Futur Mazhaahiruhu wa Asbaabuhu wal 'Ilaaj (hal. 43-71).]

Futur adalah penyakit yang sangat ganas, namun tidaklah Allah menurunkan penyakit melainkan Dia pun menurunkan obatnya. Akan mengetahuinya orang-orang yang mau mengetahuinya, dan tidak akan mengetahuinya orang-orang yang enggan mengetahuinya.

Di antara obat penyakit futur adalah.

1). Memperbaharui keimanan.
Yaitu dengan mentauhidkan Allah dan memohon kepada-Nya agar ditambah keimanan, serta memperbanyak ibadah, menjaga shalat wajib yang lima waktu dengan berjama’ah, mengerjakan shalat-shalat sunnah rawatib, melakukan shalat Tahajjud dan Witir. Begitu juga dengan bersedekah, silaturahmi, birrul walidain, dan selainnya dari amal-amal ketaatan.


2). Merasa selalu diawasi Allah Ta’ala dan banyak berdzikir kepada-Nya.


3). Ikhlas dan takwa.


4). Mensucikan hati (dari kotoran syirik, bid’ah dan maksiyat).


5). Menuntut ilmu, tekun menghadiri pelajaran, majelis taklim, muhadharah ilmiyyah, dan daurah-daurah syar’iyyah.


6). Mengatur waktu dan mengintrospeksi diri.


7). Mencari teman yang baik (shalih).


8). Memperbanyak mengingat kematian dan takut terhadap suul khatimah (akhir kehidupan yang jelek).


9). Sabar dan belajar untuk sabar.


10). Berdo’a dan memohon pertologan Allah. [Ibid (hal. 88-119) dengan diringkas]

PENUNTUT ILMU TIDAK BOLEH PUTUS ASA DALAM MENUNTUT ILMU DAN WASPADA TERHADAP BOSAN

SaudarakuSebab, bosan adalah penyakit yang mematikan, membunuh cita-cita seseorang sebesar sifat bosan yang ada pada dirinya. Setiap kali orang itu menyerah terhadap kebosanan, maka ilmunya akan semakin berkurang. Terkadang sebagian kita berkata dengan tingkah lakunya, bahkan dengan lisannya, “Saya telah pergi ke banyak majelis ilmu, namun saya tidak bisa mengambil manfaat kecuali sedikit.”

Ingatlah wahai saudaraku, kehadiran Anda dalam majelis ilmu cukup membuat Anda mendapatkan pahala. Bagaimana jika Anda mengumpulkan antara pahala dan manfaat? Oleh karena itu, janganlah putus asa. Ketahuilah, ada beberapa orang yang jika saya ceritakan kisah mereka, maka Anda akan terheran-heran. Di antaranya, pengarang kitab Dzail Thabaqaat al-Hanabilah. Ketika menulis biografi, ia menyebutkan banyak cerita unik beberapa orang ketika mereka menuntut ilmu.

‘Abdurrahman bin an-Nafis -salah seorang ulama madzhab Hanbali- dulunya adalah seorang penyanyi. Ia mempunyai suara yang bagus, lalu ia bertaubat dari kemunkaran ini. Ia pun menuntut ilmu dan ia menghafal kitab al-Haraqi, salah satu kitab madzhab Hanbali yang terkenal. Lihatlah bagaimana keadaannya semula. Ketika ia jujur dalam taubatnya, apa yang ia dapatkan?

Demikian pula dengan ‘Abdullah bin Abil Hasan al-Jubba’i. Dahulunya ia seorang Nashrani. Keluarganya juga Nashrani bahkan ayahnya pendeta orang-orang Nashrani sangat mengagungkan mereka. Akhirnya ia masuk Islam, menghafal Al-Qur-an dan menuntut ilmu. Sebagian orang yang sempat melihatnya berkata, “Ia mempunyai pengaruh dan kemuliaan di kota Baghdad.”

Demikian juga dengan Nashiruddin Ahmad bin ‘Abdis Salam. Dahulu ia adalah seorang penyamun (perampok). Ia menceritakan tentang kisah taubatnya dirinya: Suatu hari ketika tengah menghadang orang yang lewat, ia duduk di bawah pohon kurma atau di bawah pagar kurma. Lalu melihat burung berpindah dari pohon kurma dengan teratur. Ia merasa heran lalu memanjat ke salah satu pohon kurma itu. Ia melihat ular yang sudah buta dan burung tersebut melemparkan makanan untuknya. Ia merasa heran dengan apa yang dilihat, lalu ia pun taubat dari dosanya. Kemudian ia menuntut ilmu dan banyak mendengar dari para ulama. Banyak juga dari mereka yang mendengar pelajarannya.

Inilah sosok-sosok yang dahulunya adalah seorang penyamun, penyanyi dan ada pula yang Nashrani. Walau demikian, mereka menjadi pemuka ulama, sosok mereka diacungi jempol dan amal mereka disebut-sebut setelah mereka meninggal.

Jangan putus asa, berusahalah dengan sungguh-sungguh, mohonlah pertolongan kepada Allah dan jangan lemah. Walaupun Anda pada hari ini belum mendapatkan ilmu, maka curahkanlah terus usahamu di hari kedua, ketiga, keempat,…. setahun, dua tahun, dan seterusnya…[ Ma'aalim fii Thariiq Thalabil 'Ilmi (hal. 278-279]

Seorang penuntut ilmu tidak boleh terburu-buru dalam meraih ilmu syar’i. Menuntut ilmu syar’i tidak bisa kilat atau dikursuskan dalam waktu singkat. Harus diingat, bahwa perjalanan dalam menuntut ilmu adalah panjang dan lama, oleh karena itu wajib sabar dan selalu memohon pertolongan kepada Allah agar tetap istiqamah dalam kebenaran.

Wallahua’lam…semoga nasehat ini bermanfaat untuk mengembalikanmu kepada ilmu saudaraku…janganlah engkau malas…!

Buah Tulisan :
Al-Ustadz Yazid bin Abdul Qadir Jawas -hafidzahullahu
____________ _________ _________ __
Tahajud Call Digest 91

Minggu, 01 Februari 2009

Ya Allah, sesungguhnya kami berlindung kepada MU dari menyekutukan dengan sesuatu yang kami sadari. Kami mohon ampun kepada -MU terhadap apa yang kami tidak mengetahuinya...

Selasa, 27 Januari 2009

Tips Memelihara Iman

Berikut ini sejumlah tips praktis harian untuk memelihara grafik besar
iman untuk terus meningkat.

1. Kata Terakhir dan Kata Pertama. Pastikan bahwa ” ALlah ” adalah kata
terakhir yang terucap sebelum Anda terlelap, begitu juga kata yang pertama
terucap saat Anda terbangun. Mudah-mudahan cara ini akan mendorong Anda
untuk mengisi waktu diantara kedua saat itu dengan sebanyak mungkin
mengingat Dia.

2. Bangun Malam Hari. Hal pertama berwudhulah, dan shalatlah di malam hari
sendirian. ” Umar ibn Khatab (semoga Allah meridhainya) selalu minta
disediakan secawan air di sebelah tempat tidurnya. Begitu terbangun,
tangannya di basahinya dan di usapkannya kewajahnya, langsung bangkit
berwudhu dan shalat.

3. BUkalah AL-Qur’an di tengah malam. Bacalah pelan-pelan di malam hari
sendirian, baca terjemahannya, resapi maknanya karena itu disampaikan
Allah khusus untuk Anda.

4. Bangunkan orang lain. Sebelum subuh bangunkan anggota keluarga Anda
yang lain dengan lemahlembut untuk melakukan hal yang sama dengan Anda.

5. Shalat Subuh berjama’ah. Bagi laki-laki shalat subuh di masjid
hampir-hampir wajib. Sampai Rasulullah berkata, untuk orang munafiq,
shalat berjama’ah di masjid yang paling berat adalah ‘isya dan shubuh. Ada
saja alasan untuk menghindarinya. Bagi perempuan, shalat berjama’ah di
rumah pun baik.

6. Bacakan ayat dan hadist. Pilihlah satu ayat Al-Qur’an dan satu hadist
Rasulullah kepada orang-orang di rumah Anda sebagai hadiah di pagi hari.
Jadikan ayat dan hadist itu bahan obrolan pertama Anda sebelum berbincang
tentang hal lain.

7. Baca sirah Nabi. Usahakan membaca satu atau dua halaman sirah
Rasulullah di pagi hari untuk menambah kecintaan dan keshidiqan kita
kepada Muhammad Nabiyullah yang namanya kita sebut dalam syahadat Ke
Islaman kita.

8. Sebelum keluar rumah. Jangan lewati pintu rumah untuk berangkat bekerja
atau menuntut ilmu urusan lainnya, sebelum menyatakan tawakal kita hanya
kepada Allah dalam segala urusan. Ucapakan Bismillahittawakalt u’ala ALlahi
Laa Hawla wa laa quwwata illa billahi… Dengan nama Allah aku bertwakal
(menggantungkan semua urusannku) hanya kepada Allah, tidak ada kemampuan
kecuali dengan izin Allah.

9. Mendengar AL-Qur’an. Usahakan tetap mendengar lantunan Al-Qur’an
kemanapun Anda pergi hari ini, baik dari alat elektronik yang bisa Anda
setel, atau dari senandung Anda sendiri dari hafalan maupun bacaan anda.

10. 24 Jam doa. Ucapkanlah berbagai macam doa sehari - hari (mulai dari
doa masuk kamar kecil sampai doa berkendaraan) yang di ajarkan Rasulullah,
dengan niat hanya kepada Allah. Semakin kita tergantung hanya kepada
Allah. Semakin kita tergantung hanya kepada Allah dalam segala urusan,
semakin independen kita dari pengaruh manusia lain, siapapun dia, stinggi
apapun jabatannya tehadap kita, sebanyak apapun hartanya di bandingkan
dengan diri kita. Begitu Allah melihat bukti bahwa kita hanya bergantung
kepada-Nya, PASTI Dia akan mengangkat derajat kita di hadapan manusia
lain, dan memudahkan semua urusan kita.

11. Kegiatan Utamaku shalat. Aturlah Agenda harian Anda berdasarkan rotasi
5 waktu shalat. Rancanglah semua agenda kerja dan kegiatan sedemikian
rupa, yang membuat Anda sudah berada di tempat menunaikan shalat dalam
keadaan berwudhu minimal 15 menit sebelum adzan berkumandang. Rasakan
berkah demi berkah akan di limpahkan kepada Anda.

12. Wudhu Sempurna. Peliharalah wudhu Anda selama mungkin. Berwudhulah
dengan sempurna. PerhatikanLlah air yang menetes dari kulit wajah
danbagian - bagian tubug Anda,saksikan dosa-dosa Anda bercucuran besama
air itu.

13. Shalat terakhir. Laksanakan shalat seakan - akan itu shalat Anda yang
terakhir. Hadapkan tubuh anda lurus-lurus ke arah Ka’bah Baitullah.
TUndukkan jiwa Anda di hadapan Allah Pencipta dan Pemelihara Hidup Anda.
EJalah satu demi satu bacaan shalat dengan kerendahan hati dan kehinaan
diri di hadapan Allah.

14. Berpuasa. Lakukanlah puasa sunnah sebanyak mungkin, karena orang yang
berpuasa doanya langsung di kabulkan Allah. Sedangkan doa adalah senjata
utama orang Mu’min.

15. Berinfaq dan bershadaqah. Apapun bentuk harta yang Anda miliki, itu
sepenuhnya hak Allah. Gunakan harta itu sesuai kehendak pemiliknya yang
sejati. Perbanyak Shadaqah dan berinfaq untuk menunjukkan kepada Allah,
bahwa harta yang ada pada kita sama sekali tidak mengganggu kesadaran
kita, ” Bahwa ini semua milik Engkau ya Allah “.

16. Bersahabat. Bergaul dan bersahabatlah sebanyak dan sesering mungkin
dengan sesama orang yang memiliki iman. Dahulukan iman, ibadah, ilmu dan
amal shalih sebagai kriteria kita memilih atau tidak memilihnya menjadi
teman apalagi shabat karib. Bila bergaul dengan orang yang masih lemah
iman, atau bahkana kafir, pasanglah niat yang kuat, bahwa Anda bergaul
dengannya dengan tujuan membagi kelezatan iman yang sudah kita rasakan.
Kalau ditawari yang lezat-lezat dia menolak, ya tak usah buang - buang
waktu menjadi temannya. Karena kata Nabi, di akhirat kita akan di
hidupkan bersama dengan teman kita semasa hidup. Wallaahu a’lam
bishshawwab.

“sumber : majalah Alia”

Senin, 26 Januari 2009

Kisah Ini

Allah tidak akan membebani seorang hamba, melainkan sesuai dengan kemampuannya.
Kata-kata ini mengingatkan saya dan kita semua bahwa kita harus yakin bahwa tidak ada cobaan yang Allah berikan seberat apapun itu melainkan karena Allah sayang pada kita. Apapun yang terjadi, seberat dan sesakit apapun kejadian yang Allah berikan, hanya akan membuat kita dekat dengan Nya.
Suatu hari, ada seseorang yang pernah menderita. Menderita karena dikhianati oleh orang yang sangat dicintainya, orang terdekatnya, orang yang dihormatinya. Hatinya hancur seketika melihat apa yang terjadi di depan matanya. Ia ingin berteriak, marah, menangis dan ingin apa saja untuk mengatakan betapa ia kecewa.
Hanya saja, ia tidak bisa mengatakannya pada siapa-siapa, bahkan orang terdekatnya sekalipun. Ia malu, ia kecewa, ia benci, ia marah.
-------------------
Mencintai dan dicintai sangat indah. Apalagi terjalin dalam sebuah keluarga yang harmonis. Hubungan ayah, ibu, dan anak-anak yang terjalin indah adalah harga yang tak tergantikan. Tapi, harta itu rusak saat seseorang merusaknya. Entah siapa yang mengawalinya. Seseorang telah merebut kasih pemimpin. Membuatnya jauh dari keluarga. Membuatnya bingung, mengapa laki-laki yang dahulu mengadzaninya pertama lahir dunia, sang pahlawan yang menjadi jalan untuk membiayai kehidupannya, berbuat hal yang sungguh menyakitkan.
--------------------

Dia memang tidak mengenal orang asing itu. Ia ingin marah dan mencacinya habis-habisan. Dia ingin marah pada orang terkasihnya dan membuang jauh-jauh kenangan.
Tapi, apakah itu akan menyelesaikan masalah? Marah dan mencaci mereka apakah akan membuat solusi dan menjadikan keadaan lebih baik?
-------------------
Apa yang harus dilakukan kalau begitu? Hanya mengadu pada Allah? Hanya diam saja? Hanya menangis saja?
---------------
Tidak, dia tidak harus seperti itu. Sabar bukan berarti pasif. Sabar itu aktif, ikhtiar dan do’a berjalan beriringan.

Hanya Allah yang Maha Membalikkan hati, hanya Allah Maha Pemberi Jalan Keluar, hanya Allah Maha Mengetahui.
Mendekatlah pada Nya, maka hatimu akan tenang, sesakit apapun rasanya hatimu…
Mintalah pada Nya, bukakan hati orang yang menyakitimu dan keluargamu…
Tingkatkan ibadahmu agar do’amu didengarNya…

Jangan kau benci orang yang menyakitimu…
Maafkan dia, dia sedang tersesat..
Dekati ia, luluhkan hatinya, ia sedang khilaf…
Do’akan ia, ia sedang dalam mabuk kepayang…
Musyawarah dan dengarkan baik-baik penyebab ia berbuat hal yang tak terpuji itu…

Do’a anak shaleh akan didengar…
Ikhtiar anak yang sedang terdzalimi akan dibantu dan dibimbingNya…
Jalani kisah ini dengan ikhlas dan sabar tiada batas…
Jangan putus asa, Allah hanya ingin melihat kecintaanmu pada Nya dengan cobaan ini…
Bantulah orang itu untuk kembali ke jalan yang seharusnya…
Maafkan, do’akan, ingatkan ia…

Insya Allah… suatu hari, semua akan kembali
Kembali utuh, dengan hati yang lebih baik…
Suatu hari, hatimu yang perih serasa tak pernah tersakiti.
Pedihmu akan berganti bahagia, lebih besar dari sebelumnya.
Asal kau yakin dan terus meminta pada Nya…
Dengan kesabaran dan keikhlasan tak terbatas…

Kamis, 22 Januari 2009

Karunia Mu

Album : Cinta
Munsyid : The Fikr
http://liriknasyid.com


Birunya langit oh putihnya awan
Menjadikanku tertegun tertawan
Lambaian pohon oh menari - nari
Mengajak daku mengingat Ilahi

Semakin ku terlena dengan segala karunia
Tiada yang mampu menyaingi keagungan-MU
Akankah kudapati semua limpahan rahmat-Mu
Tapi kumalu karena itu tak pantas bagiku

Begitu banyak dosa tlah kulakukan
Akankah Engkau ampuni
Namun ku yakin Engkau maha penyayang
Pada hambanya yang berserah diri

Birunya langit oh putihnya awan
Menjadikanku tertegun tertawan
Lambaian pohon oh menari - nari
Mengajak daku mengingat Ilahi

Semakin ku terlena dengan segala karunia
Tiada yang mampu menyaingi keagungan-MU
Akankah kudapati semua limpahan rahmat-Mu
Tapi kumalu karena itu tak pantas bagiku

Begitu banyak dosa tlah kulakukan
Akankah Engkau ampuni
Namun ku yakin Engkau maha penyayang
Pada hambanya yang berserah diri

Semakin ku terlena dengan segala karunia
Tiada yang mampu menyaingi keagungan-MU
Akankah kudapati semua limpahan rahmat-Mu
Tapi kumalu karena itu tak pantas bagiku

Begitu banyak dosa tlah kulakukan
Akankah Engkau ampuni
Namun ku yakin Engkau maha penyayang
Pada hambanya yang berserah diri
Pada hambanya yang berserah diri

Rabu, 21 Januari 2009

Cara Mengobati Hati yang Kena "Virus" Merah Jambu

sebab rasa suka:
1. hati yang tak teirisi rasa cinta, syukur, dzikir, dan ibadah kepada Allah.
2. Membiarkan mata jalang. Mengumbar mata adalah jalan yang menghantarkan pada kesedihan dan keresahan
3. Meremehkan ibadah, dzikir, doa, shalat
Sesungguhnya salat itu mencegah dari (perbuatan-perbuatan) keji dan mungkar (Q.S. Al-Ankabut:45)

obatnya:
1. Berusaha selalu berada di pintu2 ibadah dan memohon kesembuhan kepada Allah
2. Merendahkan pandangan dan menjaga malu
3. Menjauhkan hati dari hal2 yang bisa mengikat dan berusaha melupakannya
4. Menyibukkan diri dengan amal shaleh dan berguna
5. Menikah,,,

(Buku La Tahzan)

Semoga bermanfaat,,,,,

Laut takkan indah tanpa gelombang...
Langit takkan indah tanpa bintang ...
Bintang takkan bersinar tanpa kegelapan...
Perjuangan takkan berakhir tanpa pengorbanan...
(Sayyidina Ali RA)